4 Cara Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis

Luarsekolah

Kreator di Luarsekolah

Setelah lulus kuliah dan masuk ke dunia kerja, kamu akan menyadari bahwa dalam hidup ini ada kemampuan berharga yang tidak pernah diajarkan secara resmi di sekolah: kemampuan berpikir kritis.

Padahal, dari semua ilmu yang bisa diajarkan kepada manusia, berpikir kritis adalah salah satu yang paling bermanfaat. Dengan berpikir kritis, kamu bisa bekerja cerdas ketika orang lain bekerja keras. Dengan berpikir kritis, kamu bisa menemukan solusi atas permasalahan yang untuk orang lain terasa buntu.

Bagaimana caranya agar bisa berpikir kritis? Apakah kamu harus terlahir pintar untuk bisa berpikir kritis?

Tentu tidak.

Semua orang bisa melatih kemampuan berpikir kritis. Tidak peduli apakah kamu tua atau muda, IPK-mu bagus atau jelek, kampusmu negeri atau swasta. Kemampuan berpikir kritis bisa dilatih oleh siapa saja, asal ada kemauan.

Kamu bisa meningkatkan kemampuan berpikir kritis dengan mencoba beberapa cara ini.

1. Jangan Menelan Informasi Mentah-mentah

Karena menyebarkan informasi melalui media sosial begitu mudah, banyak orang yang menyebarkan informasi tanpa memastikan dulu kebenarannya. Itu adalah ciri-ciri orang yang tidak berpikir kritis.

Orang yang berpikir kritis akan melihat dulu sumber informasinya. Dari ahli-kah? Dari media terpercaya-kah? Atau copy-paste dari group WhatsApp? Sudah adakah penelitian resminya? Sudah banyak-kah yang membahas? Masuk akal-kah informasinya?

Selalu pertanyakan kebenaran informasi yang kamu dapatkan. Jangan percaya pada siapa pun sebelum kamu bisa membuktikan kebenarannya.

2. Ajukan Pertanyaan yang Mendasar

Menanyakan sesuatu yang semua orang sudah tahu bisa memalukan memang. Tapi kalau kamu ingin melatih kemampuan berpikir kritis, kamu harus siap menahan malu. Siapa tahu dari pertanyaan bodoh muncul solusi kreatif.

Menanyakan kenapa sebuah apel bisa jatuh dari pohon bisa dibilang membuat orang terlihat bodoh. Tapi tanpa berpikiran seperti itu, Isaac Newton tidak akan menemukan teori gravitasi. Kalau tidak ada yang bertanya kenapa burung bisa terbang, mungkin pesawat terbang belum diciptakan sampai sekarang.

Jangan takut terlihat bodoh, semua orang kritis pasti pernah terlihat bodoh. Pertanyakan segala sesuatu yang membuatmu penasaran.

3. Perbanyak Baca Buku

Buku, terutama buku nonfiksi, adalah argumen yang dipersembahkan secara terstruktur. Ada bagian pembuka, pembahasan, penutup. Ada bagian teori, contoh, implementasi.

Seorang penulis buku harus melakukan proses berpikir kritis yang sangat panjang untuk bisa menghasilkan buku tersebut. Dia harus mengumpulkan teori-teori yang sudah ada lalu mempersembahkannya dengan cara yang terstruktur. Membaca bukunya berarti melatih pemikiranmu karena kamu mencoba memahami argumen yang dia bawa.

Cari buku yang menurutmu sulit untuk dipahami lalu baca pelan-pelan sampai kamu mengerti. Kalau otot harus dilatih dengan olahraga, otak harus dilatih dengan membaca.

4. Adakan Diskusi Kecil-kecilan dengan Teman

Kapan terakhir kali kamu membahas tentang isu sosial atau politik atau agama dengan teman-temanmu? Kalau belum pernah, kamu harus mencobanya secepat mungkin.

Membahas sesuatu yang rumit memaksamu untuk berpikir lebih keras dari biasanya. Kamu harus mengingat kembali teori, jurnal penelitian, dan statistik yang pernah kamu baca. Kamu harus mendengarkan argumen temanmu dan menyiapkan balasannya dalam waktu beberapa detik. Tidak ada latihan yang lebih seru dari ini.

Ajak teman-teman dekatmu untuk membahas sesuatu yang belum pernah kalian bahas sebelumnya. Tapi jangan lupa buat perjanjian dengan teman-temanmu untuk tidak emosi selama diskusi berlangsung.

***

Terimakasih sudah membaca artikel ini! Kalau kamu ingin menambah pengetahuan tentang Critical Thinking kamu bisa klik link ini:

https://www.luarsekolah.com/kelas/online/menyelesaikan-masalah-dengan-critical-thinking2


Written By
Lui Anbar Rhainata