Apa Saja Kegunaan AR di Bidang Pendidikan dan Pelatihan? Simak 3 Macam Kegunaannya!

Luarsekolah

Kreator di Luarsekolah

Sekarang ini, industri pendidikan sedang berlomba-lomba mencari solusi yang dapat membuat kegiatan pembelajaran lebih efektif dan cepat secara digital. Jika kita lihat, teknologi memang telah berkembang pesat, apalagi di kalangan generasi muda.

Oleh karenanya, banyak sekolah dan perusahaan mulai menggunakan perangkat elektronik seperti tablet dan komputer untuk kegiatan pembelajaran maupun pelatihan.

Di Amerika Serikat, satu riset yang menunjukkan bahwa 87% mahasiswa jurusan pemasaran cenderung datang ke kelas jika teknologi digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu, 72% di antaranya pun merasa lebih semangat untuk berpartisipasi secara aktif di kelas dengan adanya teknologi.

Di waktu yang sama, augmented reality (AR) telah menunjukkan perkembangan yang pesat. Bahkan, dalam waktu beberapa tahun ke depan, bagaimana para siswa belajar dan lokasi belajarnya bisa saja berubah.

Terdapat satu lagi survei di Amerika Serikat yang menunjukkan bahwa 71% anak berusia 16 hingga 24 tahun memiliki smartphone, sehingga AR berpotensi memiliki peran penting di bidang pendidikan.

Jadi, apa saja kegunaan AR di bidang pendidikan dan pelatihan? Yuk, kita cari tahu!

1. AR sebagai properti mengajar

Salah satu penggunaan AR yang paling mudah di bidang pendidikan adalah dengan menyelipkannya di kegiatan pembelajaran dalam kelas. Anda bisa menyisipkan teknologi AR dalam buku pelajaran, sehingga tercipta sesuatu yang inovatif dan interaktif untuk para siswa.


Penggunaan augmented reality di kelas juga bisa mengubah kelas yang biasa jadi luar biasa bagi para siswa. Anda bisa menyuguhkan contoh-contoh atau game sederhana yang dibuat menggunakan AR. Dengan visual yang interaktif, siswa akan lebih mudah menyerap materi yang diajarkan.



AR pun akan cocok untuk diterapkan bagi murid-murid yang masih kecil untuk melatih interaktivitas dan aktivitas. Untuk penerapannya, Anda bisa mencari referensi macam-macam aplikasi AR di smartphone yang dapat mendukung kegiatan pembelajaran. Salah satu referensi yang dapat Anda gunakan adalah aplikasi Assemblr EDU.

Apa itu Assemblr EDU? Yuk, tonton video di bawah ini!


2. Penerapan AR di lembar kerja dan pekerjaan rumah

Meskipun para murid tidak sedang berinteraksi dengan guru di kelas, AR dapat membantu mereka dalam mengerjakan pekerjaan rumah dan tugasnya dengan lebih maksimal.

Mulai sekarang, Anda dapat membuat lembar kerja AR untuk siswa. Dengan hal ini, Anda dapat mendorong siswa dalam mempelajari materi secara individual.


Banyak institusi pendidikan yang telah memulai uji coba untuk hal tersebut. International Society for Technological Education, misalnya, telah menyediakan berbagai informasi dan cara-cara yang bisa Anda ikuti tentang bagaimana cara penerapan lembar kerja AR.

Fenomena anak-anak dan remaja yang tak bisa lepas dari gadget sudah lazim terjadi di masa ini. Meski begitu, hal tersebut tak selalu berarti buruk. Justru, gadget dapat menjadi sarana belajar yang membantu dan menarik bagi mereka.

Dengan menggunakan aplikasi smartphone berbasis augmented reality, Anda dapat mengajak para murid untuk memunculkan visual dan informasi yang menarik, membuatnya seolah-olah “hidup” dan “timbul” dari buku pelajaran atau lembar kerja. Buku pembelajaran yang membosankan untuk siswa dapat dirombak menjadi lebih menarik.

3. Penerapan AR untuk Pelatihan Karyawan dan Lingkungan Laboratorium

Banyak industri telah menerapkan AR untuk membuat proses pelatihan jadi lebih aman dan praktis. Sekarang, mahasiswa kedokteran tak perlu belajar menggunakan alat peraga secara fisik lagi. AR dapat menggantikannya dengan membuat proyeksi virtual anatomi tubuh manusia.

Tak hanya itu, dengan adanya AR, mereka juga bisa melakukan pelatihan operasi untuk pasien virtual.



Sumber foto: Jasoren

Industri luar angkasa juga menjadi salah satu yang paling sigap dalam mengadaptasi perkembangan teknologi. Dengan menggunakan kacamata AR dan MR, astronot dapat mendapatkan instruksi secara virtual dalam pemeliharaan stasiun luar angkasa.

NASA telah mengujicobakan Project Sidekick, menggunakan HoloLens untuk menyediakan ilustrasi dan instruksi virtual agar dapat membantu pekerja dalam menyelesaikan tugas yang sulit. Menurut NASA, hal ini berpotensi mengurangi persyaratan untuk pelatihan pekerja.


Sumber: NASA

Selain itu, dengan visual yang tampak nyata, AR juga dapat membuat lingkungan jadi terlihat realistis. Lagi-lagi, NASA menggunakan AR untuk membantu para ilmuwannya dalam persiapan penjelajahan di Mars.

Teknologi tersebut dapat mereka ulang wilayah sekitar Mars menggunakan foto yang diambil di permukaan planet. Hasilnya, para ilmuwan dapat menggunakan HoloLens dan berjalan-jalan di sekitar permukaannya secara virtual.

Sektor lainnya yang banyak mendapatkan manfaat dari AR adalah sektor militer. Walaupun penting bagi pihak militer untuk rutin mengadakan pelatihan bagi para tentara, nyatanya, terkadang sulit untuk melakukan pelatihan dan menempatkan mereka di satu lokasi spesifik.

Dalam kasus seperti di atas, AR dapat digunakan untuk membuat lingkungan pelatihan yang memadai untuk para tentara, sehingga mereka dapat berlatih lebih sering kapan pun dan di mana pun.

Selain dapat menghemat ongkos perjalanan, AR juga dapat mengurangi penggunaan alat-alat pelatihan secara fisik. Sebagai gantinya, mereka dapat membuat alat tersebut muncul secara virtual.

Beberapa tahun lalu, angkatan laut Amerika Serikat pun telah mencoba Augmented Immersive Team Trainer (AITT). Sistem ini dilansir dapat menambahkan efek dan objek virtual, seperti kendaraan dan musuh layaknya di kehidupan nyata. Dengan begitu, suasana pelatihan pun jadi terasa lebih nyata.


Foto: DVIDS

Synthetic Training Environment (STE) juga telah dirancang sedemikian rupa untuk mensimulasikan situasi militer yang sangat realistis. Salah satu manfaat yang dapat ditonjolkan dari sistem ini adalah sisi keamanannya. Hingga saat ini, STE masih dikembangkan dan diharapkan bisa beroperasi di tahun fiskal 2026.

Menurut penelitian yang dilakukan Deloitte and the Manufacturing Institute pada tahun 2018, akan terdapat 2,4 juta posisi pekerjaan yang kosong pada tahun 2018 - 2028 di bidang manufaktur karena adanya gap kemampuan.

Untuk mengatasinya, berbagai industri manufaktur dapat mengadakan pelatihan dengan menggunakan AR. Para karyawan dapat mengenakan headset AR saat berlatih, sehingga mereka tak perlu berlama-lama memperdalam teori dan bisa langsung mempraktikkan instruksi secara virtual.

Salah satu industri manufaktur terbesar yang perdana menggunakan kacamata pintar dan AR adalah AGCO. Para karyawannya menggunakan perangkat hands-free Glass, dan hasilnya, mereka dapat memangkas waktu yang diperlukan untuk proses inspeksi, produksi, dan pelatihan.

Sedangkan, untuk para karyawan barunya, Glass juga digunakan untuk memberi instruksi saat pelatihan. Tak hanya dilengkapi dengan perintah suara, Glass juga dapat menampilkan gambar dan video yang dapat membantu proses pelatihan.


Sumber foto: AGCO

“Kami telah menemukan bahwa pelatihan menggunakan kacamata pintar adalah kesuksesan yang luar biasa. Peluncuran produk baru, operasional, dan pelatihan bagi karyawan baru jadi jauh lebih mudah pengawasannya,” Peggy Gulick, AGCO’s Director of Business Process Improvement.

Siemens, perusahaan pembangkit tenaga listrik, juga menggunakan teknologi AR untuk melatih karyawan barunya mengelas.


Foto: Soldamatic

Saat mereka berlatih melalui simulasi virtual, para pelatih juga dapat melihat prosesnya melalui layar display. Menurut para karyawan, solusi ini dapat mendorong mereka berlatih lebih sering dan menguasai teknik dengan lebih cepat.

Bagaimana, ada cukup banyak kegunaan, bukan? Sekarang ini, perkembangan aplikasi AR untuk edukasi dan pelatihan semakin beragam. Jika Anda tertarik untuk menerapkannya dalam kelas atau sistem pelatihan di perusahaan Anda, Anda dapat menggunakan aplikasi Assemblr dan Assemblr EDU.

Dengan Assemblr EDU, Anda bisa membuat materi pembelajaran dalam bentuk AR, sehingga kelas menjadi lebih interaktif dan menyenangkan. Ada ribuan objek 3D yang tersedia juga secara gratis agar Anda dapat membuat sendiri materi pembelajaran dengan mudah.

Jika Anda ingin langsung mengajar menggunakan materi siap pakai, Assemblr EDU juga telah menyediakan ratusan materi dalam bentuk AR.

Sedangkan, jika Anda ingin mengadakan program pelatihan menggunakan AR, Anda bisa melihat beragam proyek yang telah dikerjakan Assemblr yang mungkin dapat menginspirasi Anda juga.

Kedua aplikasi tersebut dapat Anda unduh di App Store maupun Play Store. Mari buat kelas dan pelatihan Anda jadi lebih hidup dan menyenangkan!




Artikel Lain :