Investasi Terbaik yang Bisa Dilakukan Anak Muda

Luarsekolah

Kreator di Luarsekolah

Saham, komoditas, deposito, atau reksadana? Mana investasi terbaik untuk anak muda?

Membahas investasi berarti membahas Warren Buffett, investor terbaik sepanjang masa. Beliau berhasil menjadi salah satu orang terkaya di dunia berkat keahliannya membeli dan menjual saham. Beliau tahu perusahaan seperti apa yang nilainya akan meningkat di masa depan.

Tapi investasi terbaik yang pernah beliau lakukan bukanlah pembelian saham maupun obligasi, tapi pembelian buku. Lebih tepatnya buku The Intelligent Investor karya Benjamin Graham.

Buku itu tidak hanya mengubah filosofi investasi Warren Buffett, tapi juga mengubah seluruh hidupnya. “Aku akan menjadi orang yang berbeda di tempat yang berbeda juga kalau aku tidak pernah melihat buku itu,” kata Warren Buffett.

Iya, investasi seperti membeli saham atau reksadana bisa membuatmu kaya. Tapi membeli saham atau reksadana tanpa ilmu yang memadai itu berbahaya. Kamu bisa mengambil keputusan yang menyebabkan kerugian.

Beda cerita kalau kamu mempersiapkan diri dengan membaca buku. Dengan membaca buku kamu akan tahu kesalahan-kesalahan yang sudah pernah dilakukan oleh orang lain. Dengan membaca buku kamu akan paham kapan harus mengambil keputusan dan kapan harus bersabar.

Steve Siebold, penulis buku How Rich People Think, setelah melakukan interview dengan 1.200 orang sukses, menemukan bahwa mereka suka membaca buku baik itu buku pengembangan diri maupun biografi. Bill Gates dalam setahun membaca 50 buku. Elon Musk, pengusaha di balik Tesla dan SpaceX, belajar tentang roket dari membaca buku. Oprah Winfrey dan Mark Zuckerberg juga senang membaca buku.

Tentu ada alasan kenapa orang sukses senang membaca. Sebenarnya terbalik, tentu ada alasan kenapa orang yang senang membaca kemungkinan besar akan menjadi sukses. Orang yang senang membaca punya kemungkinan menjadi sukses karena ilmu yang mereka kumpulkan sangatlah bermanfaat untuk memecahkan masalah yang terjadi di kehidupan.

Bayangkan kehidupanmu di kampus. Kamu baru saja ditunjuk sebagai ketua panitia acara seminar. Bayangkan betapa kerennya kamu dalam memimpin sebuah team kalau kamu sudah pernah belajar tentang leadership dari buku. Kamu sudah tahu duluan cara memotivasi anggotamu, cara memberi kritik, dan cara memimpin rapat. Anggota team-mu pasti akan senang bekerjasama denganmu.

Atau di dunia kerja. Bayangkan kalau tiba-tiba ada permasalahan dengan klien yang membuat semua orang di kantor bingung. Tapi ternyata kamu sudah pernah membaca tentang permasalahan yang mirip-mirip dari buku yang kemarin kamu beli. Kamu bisa menawarkan diri untuk menyelesaikan masalah itu, dan berkat kontribusimu itu kamu diberi promosi.

Luar biasa kan? Jangan pernah berhenti belajar.

Investasi pada diri sendiri tidak akan hilang sampai kapan pun, bahkan sampai mati. Tidak ada yang bisa mencuri ilmu yang sudah tertanam dalam kepala. Dan kesuksesan sangatlah bergantung pada ilmu.

Dalam kasus Warren Buffett juga sama. Beliau tahu mana investasi yang baik dan mana yang buruk karena beliau belajar dari buku The Intelligent Investor. Beliau, berkat buku itu, paham mana perusahaan yang punya potensi dan mana yang tidak. Dan sebenarnya ilmu-ilmu seperti itulah yang membuat beliau berhasil.

Kalau kamu mau berhasil, kamu harus mau mengembangkan diri.

Kamu tidak harus belajar dari buku. Di jaman teknologi ini, ilmu tersedia di mana saja dan dalam bentuk apa saja. Yang penting kamu harus mau belajar.

Karena investasi terbaik adalah investasi pada diri sendiri.

***

Terimakasih sudah membaca artikel ini! Kalau kamu ingin menambah pengetahuan tentang Personal Finance kamu bisa klik link ini: https://www.luarsekolah.com/kelas/online/personal-finance3


Written By
Lui Anbar Rhainata